Loading...

Bimtek Dinas Pendidikan Kota Pontianak

13 Aug 2026 | Kategori: Pendidikan | : 25 | 1

Ditulis Oleh : Ferdi Jelahu, MTB
Gambar Berita

Bimtek Penguatan Pendidikan Karakter Jenjang SMP Negeri/Swasta Kota Pontianak, dilaksanakan di Hotel 95, Jl. Imam Bonjol, pada Hari Kamis 13 Agustus 2026. Yang diundang untuk mengikuti kegiatan ini adalah kepala sekolah dan waka kesiswaan. Sementara dari SMP Bruder Pontianak, waka kesiswaan diwaliki oleh Bapak Andreas, S.Pd (koordinator BK dan tim karakter SMP Bruder Pontianak).

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Zulfikar, S.T. Dalam kata sambutannya, beliau yang akrab disapa, Pak Zul, mengungkap beberapa hal penting, perlu mendapat perhatian serius dalam mendukung perkembnagan karakter.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun. Oleh karenanya, kegiatan ini sifatnya mengingatkan kembali. Tujuannya dalah agar dapat melihat kembali apa yang kita lakukan di sekolah kita masing – masing mulai dari kekeurangan (pembenahannya) atau yang perlu dipertahankan untuk penguatan pendidikan karakter di skeolah.

Pertemuan hari ini bertujuan untuk sama-sama mengetahui tentang pendidikan karakter. Mengabaikan pendidikan karakter sama hal tidak akan membentuk peribadi kita menjadi orang yang memiliki integritas. Sepintar apa pun murid kita kalau tidak didukung dengna pendidikan karakter, maka hasilnya pun biasa – biasa saja.

Karakter tidak hanya terletak dipundak murid (dibebankan kepada murid). Semua warga sekolah butuh pendidikan karakter. Karena itu, karakter berlaku untuk semua warga sekolah. Pendidikan karakter sudah diatur dalam Permen No.06 tahun 2026 tentang budaya sekolah aman dan nyaman. Aturan ini mencabut aturan TPPK. Ruang lingkup  peraturan ini mencakup kepala sekolah, guru dan murid.

Untuk menciptakan sekolah aman dan nyaman sekolah membuat ketentuan (peraturan). Tatib sekolah perlu disusun dengan baik, harapannya tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang lain di sekolah. Tata tertib juga perlu dipahami oleh orang semua warga sekolah dan orang tua.

Implementasi pendidikan karakter di sekolah, tidak lepas dari sanksi dan reword. Ketika murid melanggar peraturan perlu diberi sanski, dan ketika murid mendapat prestasi perlu diberi reword. Jangan pernah memberikan sanksi yang tidak pernah di sosialisasikan. Mungkin ada penolakan, tetapi kalau sudah disosislaisasikan maka, dapat diimplementasikan.

Belajar dari pengalaman

Beberapa kejadian sekitar kota Pontianak, terkaparnya murid dalam kelompok radikalisme dengan membawa bom molotov di sekolah. True Crime Community membawa pengaruh terhadap pola pikir dan pemahaman murid dalam melakukan action (aksi) (sumber: https://www.bbc.com/indonesia/ articles/c9wx949742qo.

Lanjut Pak Zulfikar, S.T, kasih dikdasmen kota Pontianak mengungkapkan realitas konkrit tentang perkembangan murid masa kini, yang menjelaskan bahwa sudah ada anak yang masuk ke kelompok true crime. Mereka didoktrin menjadi komunitas radikal.

Perkembangan media sosial juga tidak bisa dihindari dan pola perkembangan informasi tidak bisa dibendung – yang dapat mengubah pola pikir anak – anak masa kini. Contoh lain, misalkan bullying, lebih banyak mendapat informasi dari media sosial.

Penanganan perundungan perlu standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. Bila perlu ada kanal pelaporan/mekanisme dari murid atau orang tua yang mengalami kekerasan.

Dari sini bisa lebih mudah mengetahui apa yang terjadi di lingkungan sekolah kita. Harpannya penanganan tindakan kekerasan di sekolah bisa lebih cepat penanganan dan menemukan jalan keluar. Bila ingin menetahui perkembangan karakter murid kita, kita masuk dalam buku jurnal pendidikan karakter. Kalau tidak ada buku jurnalnya, bisa dibuatkan anggarannya.

Harapannya dari kegiatan ini, silakan mengevaluasi tata tertibnya tentang rencana kegiatan untuk tahun ajaran 2026-2027. Kalau pun masih ada perubahan, dipersilakan, masih ada kesempatan. Semoga bermanfaat bagi pengembangan mutu pendidikan karakter.



SMP BRUDER PONTIANAK-2026 ⬅ Kembali Ke Postingan Terbaru ⬅ Daftar Semua Postingan Berita