Loading...

Peran Guru

26 Mar 2025 | Kategori: Pendidikan | : 193 | 1

Ditulis Oleh : Br. Ferdi
Gambar Berita

Guru Sosok Teladan

Guru selalu dikenal dengan teladannya. Teladan selalu memberikan inspirasi bagi banyak orang, secara khusus siswa-siswi. Teladan harus menjadi indentitas dari seorang guru. Apa yang perlu menjadi teladan dari seorang guru? Kita belajar mulai dari hal yang sederhana. Pertama, disipilin waktu, mulai dari datang dan pulang sekolah, masuk dan keluar kelas, dan lain-lain. Kedua, berpenampilan baik. Dalam arti guru harus menjadi contoh untuk taat dan disiplin menggunkan pakai seragam sekolah. Apapun alasannya, gurulah yang pertama dan utama untuk memberikan teladan berpenampilan baik kepada siswa-siswi. Jangan sampai kebalik. Siswa-siswi memberikan teladan kepada gurunya. Siswa-siswi datang tepat waktu, masuk dan keluar kelas tepat waktu serta berpenampilan rapih. Disiplin, taat, rapih, tidak mesti mewah atau wow gitu! Tidak seperti itu. Tetapi lebih pada teladan yang memberikan inspirasi bagi peserta didik. Sebuah pepetah tetap relevan untuk kita segarkan kembali dalam ingatan kita "Buah jatuh tidak jauh dari pohon." Pepatah ini terus mengingatkan kepada para orang tua atau orang yang lebih dewasa untuk menjadi teladan dalam berbagai macam hal.

Menjadi Agen Perubahan

Menjadi murid berarti siap dibentuk, dibina dan dibimbing. Proses inilah membantu para murid mencapai perubahan. Tidak mudah untuk mencapai perubahan. Butuh proses terus-menerus, terus dibimbing sehingga langkah demi langkah perubahan dapat dicapai. Perubahan seperti apa yang kita inginkan sampai saat ini? SMP Bruder Pontianak, selalu ingin pendidikan menuju perubahan. Adapun langkah-langkah perubahan yang ingin kita capai, antara lain: Pengguatan pendidikan karakter, pembelajaran berbasis teknologi dan pengembangan penelitian berbasi LAP serta beberapa point penting lainnya tidak disertakan dalam tulisan ini. Semua ini akan berjalan, kalau semua satuan pendidikan mampu bergerak bersama menjadi pelaku perubahan. Pelaku perubahan dimulai dari diri sendiri, bukan menuntut orang lain harus berubah, tetapi terus berefleksi diri untuk mencapai perubahan yang lebih baik.

Mau Berefleksi Diri Terus-Menerus

Perubahan itu tidak akan terjadi kalau tidak mau berefleksi diri. Refleksi diri termasuk budaya untuk mendengarkan masukkan, kritik, dan saran darimana pun datangnya, entah dari murid, orang tua, para pemerhati pendidikan, dan lain sebagainya. Kalau kita mampu berefleksi diri, katakanlah berdiam diri sejenak, kita mampu menelaah masukkan dan kritikkan. Mana yang perlu direspon, mana yang tidak. Harus mampu membedakan mana yang prioritas dan urgen. Inilah yang mesti kita tanggapi dan refleksikan. Dengan demikian, kita mampu melakukan pembenahan atau perbaikan dari hal-hal sederhana. Lama kelamaan, akan terlihat perubahan itu terwujud. Inilah yang kita harapkan untuk melakukan perubahan. Tidak menunggu hal-hal yang spektakuler, yang wow gitu! Kita harus mulai dari skala kecil yang dapat terjangkau oleh kita masing-masing. St. Teresa Culcuta mengatakan "Jangan menunggu adanya pemimpin, lakukanlah sekarang juga!". Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Sebab kita semua adalah pemimpin bagi diri kita sendiri, dan pemimpin bagi orang lain.


SMP BRUDER PONTIANAK-2026 ⬅ Kembali Ke Postingan Terbaru ⬅ Daftar Semua Postingan Berita